Berapa banyak sumber yang cukup untuk satu topik?
Dua sudah menaikkan mutu bacaan, asalkan keduanya berasal dari kawasan atau kepentingan yang berbeda. Tiga lebih aman. Menambah sepuluh sumber yang semuanya menyalin satu rilis sama tidak menambah apa pun, sebab yang bertambah hanyalah jumlah salinan.
Kenapa angka lembaga bisa berbeda untuk hal yang sama?
Selisihnya hampir selalu berasal dari definisi, cakupan, atau periode pengukuran. Satu lembaga menghitung sepanjang tahun kalender, lembaga lain memakai tahun anggaran. Ada pula yang memasukkan wilayah kepulauan, ada yang tidak. Membaca catatan metodenya menjelaskan selisih itu lebih cepat daripada menebak siapa yang keliru.
Apakah membandingkan dua negara selalu adil?
Tidak otomatis adil. Perbandingan baru masuk akal bila ukurannya sepadan — jumlah penduduk, luas wilayah, dan tahap perkembangan ekonomi ikut menentukan. Menyandingkan dua tempat yang sangat timpang menghasilkan grafik rapi dengan simpulan yang goyah.
Bagaimana menyikapi tangkapan layar yang beredar tanpa tautan?
Perlakukan sebagai belum terverifikasi sampai sumber aslinya ketemu. Gambar mudah dipotong, ditambahi teks, lalu dipindah konteks. Kalimat di dalamnya bisa saja benar, tetapi tahunnya salah. Menyalin satu kalimat khas ke mesin pencari biasanya cukup untuk menemukan tulisan induknya.